Dahulu ketika saya masih remaja suatu hari sempat berdecak kagum melihat teman dengan kepiawaiannya dalam menunjukkan atau membuktikan keilmuan didepan banyak orang /depan umum, tepatnya pembuktian itu dilakukannya disuatu warung kopi pada desa tetangga. Sekonyong teman tadi menemui bibi pemilik warung yang sedang sibuk memasak pisang goreng. Dan berkata sambil mencelupkan tangan kanannya ke kwali (wajan) yang berisi minyak panas, “Bi kok lama sih masak goreng pisangnya, saya sudah gak sabar nih mau ngerasain goreng pisang bibi.” Sambil berkata demikian teman tadi mencelupkan tangannya ke wajan dan membalik balikkan pisang yang sedang digoreng. selanjutnya mengambil segenggam goreng yang sudah kuning kecoklatan tanda sudah masak dengan tangan tanpa alat atau alas apapun. Tentu saja si bibi pemilik warung menjerit karena terkejut. dalam keadaan terperangah tidak dapat berbicara si bibi menyingkir ketakutan. Kejadian muskil itu tidak luput dari mata saya. Dan saya jelas...