Langsung ke konten utama

RITUAL JADI CALON PEMIMPIN


Wirid Mencalon Kepala Daerah / Kepala Desa / Pemimpin 



Sebagaimana diketahui bahwa untuk menjadi seorang pemimpin, pimpinan apa saja dalam lingkup kecil maupun besar adalah kelak bertanggung jawab di hadapan Allah SWT. Dan sangat besar beban yang harus emban seorang pemimpin untuk dilaksanakan berupa amanat-amanat nya.

Namun demikian, banyak sekali diantara kita yang ingin menjadi pemimpin. Baik itu sebagai Kepala Desa, Kepala Daerah, Wakil Rakyat, Ketua RT, Ketua RW, Pemimpin Perusahaan, Pemimpin didalam suatu Organisasi.

Apabila berambisi ingin jadi pemimpin seperti kami sebutkan tadi, maka berusahalah sekuat tenaga berupa moril, materil, secara lahiriyah, maka juga kita perlu berusaha secara bathiniyah. Karena tidak sedikit rival-rival/saingan-saingan kita yang ingin mencalonkan diri sebagai pimpinan. Usah-usaha bathiniyah banyak sekali ragamnya tergantung kepercayaan kita dalam mengamalkan amalan atau wirid-wirid tersebut. Amalan-amalan bathiniyah atau wirid-wirids yang kami maksud misalnya:

- Berpuasalah Sunnah selama 14 hari (7 senin + 7 kamis).

- Selama berpuasa 14 hari, setiap selesai shalat 5 waktu bacalah Surat Thaha ayat 39 sebanyak 41 kali.

- Setelah berpuasa 14 hari maka disambung dengan berpuasa 7 hari.

- Selama berpuasa 7 hari maka setiap selesai shalat 5 waktu bacalah Surat Thaha ayat 39 tersebut sebanyak 21 kali.

- Setelah berpuasa selama 7 hari maka bacalah kontiniu/rutinitas Thaha ayat 39 selesai sholat Subuh dan Ashar sebanyak 5.000 (lima ribu) kali dalam seharinya.  Dalam pembacaan ayat tersebut boleh diselingi dengan pekerjaan shalat, makan, minum, tisur dan pekerjaan-pekerjaan lainnya.

- Selama melaksanakan wirid-wirid ayat thoha hingga hari pelaksanaannya, maka anda dan istri anda harus menuliskan nama-nama ash habul kahfi (dengan huruf Srab) ke dalam kertas, kemudian masukkan dalam saku masing-masing. Inilah nama-nama Ashabul Kahfi yang dimaksud:
Insya Allah, Wallahu A’lam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hizib Bahr Dan Keutamaannya

Kali ini akan kita bahasa sebuah dzikir dan wirid agung dengan sejuta khasiat dan manfaat karya seorang ulama besar bernama Syeikh Abul Hasan Asy-Syadzili yaitu hizib bahr. Syeikh Abul Hasan Asy-Syadzili adalah seorang sufi dan wali qutub di zamannya yang merupakan keturunan Rasulullah SAW juga sekaligus pendiri tarekat syadziliyah yang diikuti jutaan umat islam diseluruh penjuru dunia. Syeikh Abul Hasan Asy-Syadzili sendiri telah meninggalkan banyak sekali karya berupa wirid, dzikir dan doa doa yang mustajab serta memiliki fadhilah besar bagi pembacanya. Dua karyanya yang terkenal dan telah dibaca dan diamalkan oleh umat islam sejak dulu adalah hizib nashor dan hizibul bahri atau hizib bahr yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini. Hizib bahr sendiri dianjurkan untuk dibaca pada waktu subuh dan sore hari setelah shalat ashar. Adapun keutamaan membaca hizbul bahr ini sangatlah banyak salah satu diantaranya adalah tercegah dari segala gangguan dan hal yang tidak baik, tercapai dan ...

390 Nama Ayatul Kursi

Kursi merupakan salah satu dari ciptaan Allah sebagaimana Allah menciptakan langi bumi dan lautannya yg luas dan besar. Kursi diciptakan itu melingkupi tukuh petala langi dan petala bumi. Ayatul Kursi mempunyai 390 nama,  tetapi yang biasa dikenal dan biasa dikatakan "Ayatul Kursi" karena didalamnya susunan ayat itu ada tersebut Kalimat "Kursi" maka dinamakan Ayatul Kursi.

ILMU MENARIK SIMPATI RELASI

Berbisnis dalam bentuk apapun agar lancar dan berhasil tentu seorang pebisnis harus memiliki pribadi yang menarik disamping sifat sifat yang terpuji agar semua rekan bisnis merasa nyaman juga senang berbisnis dengannya. Untuk menarik simpati para relasi, para langganan, mitra kerja, mitra dagang bukanlah suatu yang hal mudah. saya ada sebuah metode luar biasa yang sudah tidak diragukan lagi khasiat atau tuahnya yaitu berupa ilmu menarik simpati relasi kerja. Dengan membacanya sebanyak 10 (sepuluh) kali ketika akan menemui relasi maka dengan sendirinya orang yang memandang akan menyenangi dan percaya ketika melakukan prosfek. Inilah rupa ilmu tersebut: "BISMILLAHHIR ROHMAANIRROHIIM, YUHIBBUNAHUM KAHUBBILLAHI WALLA LADZIINA AAMNUU ASYADDU HUBBANLILLAH. ZUYYINA LIINNASI HUBBUSY SYAHAWAATI MINANNISA'I WAL BANIINA WAL QONAATHIRIL MUQONTHOROTI" Artinya: Dengan menyebut nama Allah yang maha Pengasih dan maha Penyayang, mereka mencintai sebagaimana mencintai Allah, adapun orang-o...